MAHASISWA MIPA UNNES IKUT ANDIL MENGABDI DALAM PROGRAM EKSPEDISI NUSANTARA JAYA 2017 DI PULAU BONTU-BONTU SULAWESI TENGGARA

Mahasiswa Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang (Erik Prasetyo, Pendidikan Biologi 2013) telah selesai melaksanakan tugas pengabdian dari Pulau Bontu-Bontu Sulawesi Tenggara dalam rangka kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 yang diselenggarakan oleh Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman pada 10 – 22 Agustus 2017. Program tersebut dimaksudkan dalam rangka memperbaiki poros maritime Indonesia dengan kegiatan pemberdayaan di daerah-daerah 3T (terpencil, terdepan, dan terluar).

Pulau Bontu-Bontu merupakan pulau yang terletak di Kecamatan Towea, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Pulau Bontu-Bontu terdiri dari dua desa yaitu Desa Bontu-Bontu Barat dan Desa Bontu-Bontu Timur. Akses menuju pulau ditempuh melalui jalur darat dan jalur laut sekitar 7 jam perjalanan dari Ibukota Provinsi (Kendari). Sekitar 1000 jiwa menghuni pulau tersebut yang mayoritas masyarakatnya adalah Suku Bajo yang khas dengan perkampungan di atas laut dengan rumah panggung. Masyarakat Suku Bajo mayoritas bermatapencaharian sebagai nelayan yang mengandalkan laut sebagai sumber kehidupannya. Kehidupan masyarakat tersebut jauh dari istilah kesejahteraan. Hidup penuh usaha dan perjuangan pergi ke pulau sebrang demi mendapatkan air bersih untuk keberlangsungan hidupnya. Listrik hanya bisa dinikmati selama kurang lebih 4 jam setiap harinya ketika hari mulai petang. Lisrik yang digunakan bersumber dari genset dan panel surya sehingga pemakaiannya terbatas hanya digunakan untuk penerangan. Sarana MCK yang sangat kurang layak tetap mereka gunakan.

Oleh karena itu, Tim ENJ melakukan berbagai program pengabdian untuk membantu kehidupan masyarakat Pulau Bontu-Bontu.  Program tersebut meliputi berbagai bidang, yaitu bidang kesehatan (pemeriksaan kesehatan, pengobatan gratis, dan penyuluhan kesehatan serta pola hidup sehat), program pendidikan (pembuatan pustaka pesisir, bimbingan belajar, dan pengajaran baca tulis Al-Quran), program lingkungan (coastal cleaning, penanaman mangrove, dan sosialisaai bioata laut yang dilindungi), program kemaritiman (artificial reef dan tranplantasi karang), dan program ekonomi (pembuatan keripik dari buah mangrove dan pembuatan aksesoris hiasan rumah dari limbah sekitar).

“Bergerak di program bidang pendidikan dan kesehatan merupakan kebanggaan tersendiri, yaitu dengan ikut andil dalam program pembuatan pustaka pesisir di kedua desa (Desa Bontu-Bontu Barat dan Desa Bontu-Bontu Timur) dan pemeriksaan golongan darah masyarakat Pulau Bontu-Bontu”, ujar Erik Prasetyo. Seperti yang dikemukakan Pak Pipin (Sekretaris Desa Bontu-Bontu Barat), bahwa program pustaka pesisir sangat tepat dilakukan karena sebenarnya masyarakat desa memiliki minat dan antusiasme membaca dan menulis sangat tinggi namunn terkendala oleh sarana buku yang tidak ada. Selain program tersebut, Tim ENJ juga mengumpulkan berbagai donasi yang kemudian disumbangkan ke masyarakat sekitar yang berupa uang, buku, pakaian, sepatu, gunting kuku, sikat gigi dan lain-lain.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


sixteen − 1 =