Mahasiswa FMIPA siap PPL dan Membina Karakter Siswa melalui Kepanduan

Moment pelatihan mahasiswa semester 6 FMIPA UNNES lengkap sudah dengan adanya Diklat Pramuka 2018. Mahasiwa dan mahasiswi calon PPL FMIPA UNNES dari berbagai jurusan serentak mengikuti acara yang berlangsung selama tiga hari tersebut.
Acara bertajuk Diklat Pramuka Pendidikan dan Pelatihan Kepramukaan bagi Mahasiswa PPL FMIPA UNNES ini berbeda dari diklat sebelumnya. Konsep kegiatan tidak lagi sama, tidak mengandalkan satu materi dan peserta duduk mendengarkan. Melainkan pengembangan 8 metode kepramukaan yang diterapkan oleh instruktur profesional dengan pemberian materi kepada peserta yang terbagi dalam 5 kelas. Diklat Pramuka 2018 ini mengundang beberapa instruktur spesial, mereka adalah para lulusan terbaik KPD (Kursus Pelatih Pembina tingkat Dasar) dan juga para andalan Kwarda serta Kwarnas
Beliau adalah Kak Istajib, Kak Andicha, Kak Isnaeni, Kak Fatur, Kak Ali Muhson dan Kak Ofi. Acara juga dibantu oleh alumni guslat mipa yg tak kalah kompeten, Kak Sodiq dan Kak Eko.
Melalui Diklat Pramuka ini diharapkan calon mahasiswa PPL cakap dan terampil membina pramuka ketika berada di gugus depan sewaktu PPL. Sekaligus mempersiapkan calon Mahasiswa FMIPA yang siap PPL dan membina Karakter Siswa  melalui Kepanduan.
Acara berlangsung dengan meriah dan ramai. Para peserta sangat antusias dibuktikan dengan jumlah peserta yang stabil sampai akhir acara. Ratih Yasinta selaku panitia Diklat Pramuka 2018 mengungkapkan harapannya, melalui kegiatan yg cukup singkat selama 3 pertemuan dapat memberikan manfaat dan kesan yg baik bagi peserta. Dan kalau ada lagi tahun depan harapannya ada dukungan penuh yg lebih lagi dari berbagai pihak. Agar acara dapat lebih baik lagi.
“Banyak mengira pramuka membosankan, hanya tepuk-tepuk dan tidak mandi, tapi setelah mengikuti diklat terasa menyenangkan dan banyak ilmu yg didapat” tutur Tata Nur sebagai salah satu peserta dalam acara Diklat Pramuka tersebut.
Acara berakhir dengan upacara penutupan dan pemberian penghargaan sebagai perwujudan salah satu dari delapan metode kepramukaan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


five × one =