Jurusan Ilmu Komputer Sukses Gelar ICONIIS (International Conference on Informatics and Information Systems)

Rabu (21/10) Jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UNNES sukses menyelenggarakan International Conference on Informatics and Information System. Seminar Internasional ini adalah seminar internasional yang pertama kali diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Komputer. Diadakannya ICONIIS ini bertujuan untuk mendatangkan akademisi, peneliti, serta mahasiswa untuk bertukar dan berbagi hasil penelitian mengenai setiap aspek Informatika maupun Sistem Informasi. Seminar internasional yang dilaksanakan selama dua hari ini dilaksanakan pada hari 21 dan 22 Oktober 2020 dihadiri oleh peserta dari dalam dan luar negeri diantaranya berasal dari Malaysia, Thailand, dan Australia, Jerman serta Indonesia. Dalam Seminar Internasional yang diketuai oleh Zaenal Abidin, S.Si., M.Cs., Ph.D. ini terdapat lebih dari 140 peserta yang ikut berpartisipasi. Adapun narasumber dari seminar internasional ini adalah Associate Professor Ferry Jie, Ph.D, Wakil Director, Centre for Innovative Practice Edith Cowan University, Australia; Associate Professor Ts. Dr. Adzhar Bin Kamaludin, Dekan Faculty of Computing Universiti Malaysia Pahang, Malaysia; Associate Professor Chonlatee Photong, Ph.D., Wakil Dekan Bidang Administrasi Graduate School Mahasarakham University, Thailand; Dr. -Ing. Suhendra, M.Sc.; an Konsultan Engineering German companies; and Dr. Alamsyah, Ketua Jurusan Ilmu Komputer Universitas Negeri Semarang, Indonesia.

Seminar Internasional dibuka oleh Dekan FMIPA UNNES Dr. Sugianto, M.Si. dilanjutkan Plenary Session yang dibagi kedalam dua sesi, Plenary Session 1 dimoderatori oleh Endang Sugiharti S.Si., M.Kom dengan tiga keynote speaker yakni Assoc. Prof. Ferry Jie, Ph.D; Assoc. Prof. Ts. Dr. Adzhar Bin Kamaludin; dan Assoc. Prof. Chonlatee Photong, Ph.D. Assoc. Prof. Ferry Jie, Ph.D memaparkan penelitian yang dilakukannya disaat COVID-19, beliau juga menjelaskan beberapa literatur analitik mengenai proses supply chain atau rantai pasokan untuk memecahkan rantai suplai yang ada disaat pandemi COVID-19. Pandemi COVID 19 tak hanya berdampak pada sektor kesehatan namun juga berdampak pada sektor perdagangan, dimana COVID 19 menyebabkan Panic Buying sehingga melemahkan pasokan di beberapa produk.

Sejalan dengan apa yang dibahas oleh Prof. Ferry Jie, Pemateri kedua yakni Prof. Ts. Dr. Adzhar Bin Kamaludin memaparkan penelitiannya mengenai dampak COVID-19 pada pembelajaran, beliau menjelaskan mengenai penerapan pembelajaran jarak jauh di Malaysia. Paparan yang dikemukakan beliau terkait bagaimana dukungan pemerintah malaysia untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa disaat pandemi covid 19 ini. Penggunaan dan pengembangan Massive Open Online Course (MOOC) dan blended learning dalam pembelajaran jarak jauh di Malaysia.

Pemateri terakhir di Plenary Session 1 yakni Assoc. Prof. Chonlatee Photong, Ph.D. memaparkan penelitiannya di Thailand untuk meningkatkan tatanan ekonomi, memecahkan permasalahan disektor ekonomi menengah, adanya ketidaksetaraan dan keseimbangan antara masyarakat di Thailand. Prof Chonlatee juga menjelaskan sebuah teori baru untuk menangani permasalahan tersebut dengan mengenalkan sebuah model yang dinamakan “Green Growth Engine”.

Plenary Session yang kedua dilanjutkan oleh moderator Anggyi Trisnawan Putra S.Si., M.Si. pada plenary session yang kedua ini diisi oleh dua keynote speaker yakni Dr. Alamsyah, S.Si., M.Kom. dan Dr. -Ing. Suhendra, M.Sc., Diawali oleh Dr. Alamsyah, S.Si., M.Kom. memaparkan mengenai optimasi kriptografi S-Box, Kriptografi ini sendiri merupakan bagian penting di dunia Informatika, tanpa adanya kriptografi pesan ataupun password yang kita buat menjadi tidak aman dan mudah untuk diambil alih orang. Dilanjutkan oleh Dr. -Ing. Suhendra, M.Sc. memaparkan mengenai pertumbuhan industri di Jerman yang terus berkembang dikarenakan penerapan inovasi digital yang masiv.

Setelah Plenary Session berakhir Seminar dilanjutkan dengan Parallel Sesiion, pada sesi paralel ini terdapat 76 paper yang dipresentasikan. Paper yang dipresentasikan mengenai Teknologi Informasi dan bidang lain di dalamnya, sebelumnya ada proses seleksi paper yang ketat dikarenakan adanya pembatasan cakupan tema dalam paper yang dikirimkan. Dari 76 paper yang dipresentasikan dibagi kedalam 4 room parallel session demi keefektifitasan. Setiap paralel sesiion terdapat moderator yang bertugas untuk memimpin jalannya diskusi dan sharing. Sesi paralel ini menjadikan media bagi para dosen, praktisi, dan peneliti untuk mendiseminasikan penelitian mereka. Paper yang diterima dan telah dipaparkan akan dipublikasikan di dalam prosiding terindex Scopus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


18 + 16 =