Reputasi Alumni FMIPA, Heru Setiawan, dalam Pendidikan di Monash University Australia

heru setiawanHeru setiawan merupakan salah satu alumni program studi Pendidikan biologi, Fakultas MIPA Universitas Negeri Semarang sekaligus Mawapres 2 UNNES (2014) yang mendapatkan beasiswa dari LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan). Heru melanjutkan Pendidikan di Faculty of Education (Master of Education in Digital Learning) Monash University dan memulai perkuliahan pada 27 Februari 2017 lalu. Monash University, terletak di kota Melbourne, Victoria, merupakan salah satu Top University yang tergabung dalam The group of eight yaitu beberapa universitas terbesar dan tertua di Australia. Bidang ilmu Pendidikan di Monash University menempati rangking ke-17 dunia menurut QS World University rangking by subject 2016 (sumber: https://www.topuniversities.com/university-rankings/university-subject-rankings/2016/education-training). Salah satu syarat utama untuk mendapatkan LoA uncondisional Monash University yaitu mendapatkan skor IELTS overall 6,5 dengan masing-masing komponen untuk listening, reading, writng, dan speaking tidak kurang dari 6. Secara umum terdapat beberapa jenis program master di Monash University yaitu Master by coursework, Master by research, dan campuran Master by coursework and research. Heru mengatakan “Saya mengambil komponen course dan research. Dengan mengambil course saya akan belajar tentang sistem perkualiahan di Australia. Dengan mengambil research saya mendapat pengalaman untuk penelitian, karena saya ingin menggapai cita-cita sebagai Ph.D dan meningkatkan publikasi internasional Indonesia dalam bidang Pendidikan IPA yang berbasis digital, karena saat ini adalah era digital”.

Struktur dan penjelasan menganai mata kuliah di Monash University terintegrasi dalam sebuah aplikasi yaitu Moodle. Moodle adalah sebuah platform atau sistem pembelajaran yang dirancang untuk memfasilitasi para pendidik, administrator dan pelajar untuk menciptakan lingkungan belajar yang terpadu. Moodle merupakan bagian dari my.monash. Heru mengatakan bahwa fungsi moodle berbeda dengan Sikadu UNNES. Untuk sistem di Monash University yang memiliki fungsi hampir sama dengan Sikadu adalah WES (Web Enrollment System). Sedangkan moodle berkaitan dengan mata kuliah yang diambil. Jadi WES dan Moodle tidaklah sama, tetapi Moodle dan WES sama-sama terdapat di My.Monash. Dalam Moodle, terdapat deskripsi mata kuliah/unit overview (unit guide, unit schedule), reading list (berisi bahan bacaan apa saja yang harus dibaca tiap minggunya), lecture and tutorial, student lounge, news and announcement (berisi kegiatan perkuliahan dan pengumuman dari tim dosen pengampu mata kuliah), assessment information (berisi assessment drobox untuk submit tugas dan cek plagiarisme), assignment guideline and resources (berisi informasi penilaian mata kuliah seperti panduan mengerjakan tugas dan kriteria penialian serta bobotnya, yang sudah disusun oleh tim dosen dan dapat didownload oleh mahasiswa, serta contoh tugas sebelumnya), weekly activity (berisi aktivitas mingguan yang harus dikerjakan oleh mahasiswa), learning resources (berisi link yang direkomendasikan oleh dosen untuk dibaca di suatu sumber tertentu atau dilihat di youtube), dan academic language resources (berisi cara meningkatkan kemampuan menulis dalam bahasa inggris atau academic writing dan academic literacy. Mahasiswa yang pernah meraih Young Researcher Award di Nanyang Technological University, Singapore ini mengatakan bahwa Moodle sangat membantu sebagai mahasiswa Internasional di Monash University karena mata kuliah dideskrisikan dengan sangat jelas. Dalam setiap unit/mata kuliah terdapat unit coordinator untuk memastikan bahwa semua mahasiswa mendapatkan standart pengajaran yang sama. Tugas juga akan dicek plagiarisme menggunakan aplikasi Turnitin. Turnitin dalah aplikasi berbasis academic integrity bekerja dengan cara mengecek kesamaan kalimat antara di tugas yang akan disubmit mahasiswa dengan database yang ada di internet, artikel jurnal, tugas yang telah disubmit tahun sebelumnya dan database lainnya untuk memastikan bahwa tugas tersebut original dan tidak sekedar copy paste. Selain itu dengan adanya kebijakan paperless seperti itu sangat jarang ada bisnis print disekitar kampus Monash University. Selanjutnya berkaitan dengan tugas kuliah, tugas kuliah di Faculty of education untuk master degree program secara umum terdiri dari beberapa komponen antara lain berupa annotated bibliography, presentasi, precis, essay 4000 kata, online learning activity setiap minggu, dan tugas proyek. Presentasi tidak dilakukan setiap minggu tetapi presentasi hanya diminggu tertentu biasanya minggu ke 9 dan 10, dimana setiap mahasiswa hanya mempresentasikan proyeknya selama maksimal 3-5 menit. Namun tidak semua mata kuliah memiliki komponen penilaian yang sama.

Selanjutnya berkaitan dengan suasana belajar, Sebelum memulai perkuliahan Heru bercerita bahwa ia harus beradaptasi dengan cuaca di Melbourne yang dingin, selain itu mahasiswa harus paham dengan materi yang akan diajarkan dikelas sehingga harus membaca semua reading list yang telah disediakan di moodle sebelum kelas dimulai agar dapat berkontribusi ketika diskusi di kelas. Selain itu pembelajaran berbasis digital dan paperless, artinya penggunaan kertas ditekan seminimal mungkin. Misalnya, tugas disubmit online baik itu paper ataupun presentasi, feedback dari dosen pengampu juga online. Berkaitan dengan kegiatan perkuliahan terdapat 2 jenis kelas yaitu Lecture dan tutorial. Lecture adalah kelas yang besar, dimana akan ada seorang profesor dalam unit tersebut memberikan materi berupa teori kepada semua mahasiswa. Lecture atau kelas besar biasanya untuk mata kuliah wajib dengan jumah mahasiswa sekitar 150. Untuk kelas besar agak sulit untuk memonitor partisipasi kita dikelas oleh karena itu ada kelas tutorial yang sifatnya wajib. Kelas tutorial adalah kelas yang berisi penjabaran lebih lanjut terhadap materi yang disampaikan dalam lecture tersebut dengan jumlah mahasiswa sekitar 20. Materi yang dibahas yaitu fokus pada materi yang diajar oleh professor. Mahasiswa internasional dikelas tutorial yang diiikutinya terdiri dari beberapa negara seperti Indonesia, China, Jepang, Korea, India, Pakistan, Vietnam, Malaysia, Papua nugini, Thailand, Afrika, dan Mexico. Namun, Heru juga kadang mengalami kendala. “Saya sangat senang dapat bertemu dengan mahasiswa dari berbagai negara, mereka ramah dan pintar, saya banyak belajar dari ketekukan mereka. Tetapi terkadang saya merasa agak kesulitan ketika berbicara dengan aksen yang agak asing bagi saya, terkadang saya kurang mengerti dengan pronounciation mereka dan meminta mereka untuk mengulangi apa yang dikatakanya” ungkapnya. Untuk speaking dikelas juga merupakan tantangan tersendiri karena Heru belum pernah kuliah diluar negeri sebelumnya, Selanjutnya berkaitan dengan tugas bisa dikatakan lebih menantang (challenging) dan cukup banyak. Membagi waktu untuk mengerjakan tugas, membaca reading list, dan melakukan aktivitas lain seperti menghadiri workshop, seminar, tidur, bersosialisasi dan berorganisasi cukup menantang, tergantung bagaimana kita memprioritaskan kegiatan disemester tersebut. Terdapat beberapa organisasi dikampus yang Heru ikuti misalnya Monash Student Association (MSA) dan Postgraduate Student association (MPA). Kesempatan untuk mengikuti berbagai seminar internasional dan congress juga sangat banyak. “Saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai seminar Internasional di Australia, kemarin (10-11 Juni 2017) saya menghadiri EduTech Conference 2017 di Sydney, New South Wales, salah satu event Educational Technology terbesar di Australia..” ucapnya.

Fasilitas belajar yang tersedia di Monash University cukup lengkap. Berkaitan dengan ibadah, mahasiswa yang bercita-cita menjadi dosen ini menyatakan “di Monash University, terdapat sebuah mushola di Religious center dengan ukuran sekitar 9 X 8 meter. Di religious center selain terdapat mushola, juga terdapat Gereja Kristen dan Katolik. Tidak ada deskriminasi untuk seorang muslim yang belajar di Monash University. Mereka menghargai perbedaan dan keberagaman International students.” Selanjutnya untuk tempat belajar, terdapat gedung khusus untuk belajar Master students yaitu Graduate Hub. Graduate Hub adalah sebuah fasilitas berupa shared building yang disediakan oleh Monash university untuk tempat belajar bagi Master coursework, master research student, Grad. Cert student, ataupun Ph.D students yang dapat diakses mulai pukul 7 pagi sampai 12 malam. Untuk dapat masuk kegedung tersebut yaitu menggunakan kartu mahasiswa yang telah didaftarkan dan divalidasi oleh graduate hub. “Saya sangat senang ada gedung Graduate Hub ini, tempat tersebut adalah tempat yang nyaman untuk belajar karena terkadang saya bosan belajar di kos dan membutuhkan ruang belajar yang lebih nyaman. Disini saya bertemu dengan anak-anak lainya dan terdapat silent area jika menginginkan tempat yang benar-benar tak ada orang berbicara” kata Heru. Kedua fasilitas perpustakaan Monash university selain bisa mengakses buku juga terdapat beberapa ruang diskusi (discussion room) yang harus dibooking dahulu sebelum menggunakannya. Discussion room tersebut biasanya digunakan oleh mahasiswa untuk mengerjakan tugas kelompok, rapat, ataupun kegiatan lain yang membutuhkan tempat untuk berdiskusi. Mahasiswa master dan PhD dapat meminjam buku dalam jumlah yang tidak terbatas. Bahkan buku diperpustakaan dikampus lain seperti kampus Caufield dapat didatangkan ke kampus Clayton jika kita memesannya. Library menyediakan database berupa artikel jurnal untuk berbagai disiplin ilmu. Beberapa database high quality journal yang dapat diakses secara gratis bagi mahasiswa Monash dalam disiplin ilmu Pendidikan antara lain A+ education, ERIC (Educational Resources Information Center), ProQuest Education journals, Sprigerlink, SAGE, MathEduc, PsycInfo, Scootle, dan database lainnya. Heru juga menambahkan bahwa dengan adanya sistem pembelajaran yang terstruktur dengan baik, didukung dengan suasana belajar yang nyaman, dan fasilitas belajar yang cukup lengkap sudah seharusnya dapat digunakan untuk menunjang kelancaran studi.

Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan dan inspirasi bagi mahasiswa FMIPA agar senantiasa semangat menjadi mahasiswa bersayap dan bereputasi internasional.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


one × 4 =