NAGATON merupakan akronim yang saya buat dari TEMPE NAGA BETON. Ide asli inovasi NAGATON ini adalah murni dari pemikiran dan mini riset yang saya lakukan. Awal ide ini berasal dari keinginan diri saya yang bermaksud menurunkan berat badan. Keinginan itu saya wujudkan dengan membuat makanan alternatif yaitu NAGATON. Personil yang telah membantu saya dalam mini riset ini adalah keluarga (dr. Andriani TS, M.Sc., SpPK, Bambang Parikesied dan Bambang Suryoatmojo), dosen (Bu Isna Aviv N.) dan beberapa mahasiswa Tadris IPA (Jilan Rizkiana dan Yanto), Guru SMP Muhammadiyah Plus Salatiga (Pak Iwan) serta Mbak Purwanti Magelang.

Inovasi NAGATON ini pernah dikompetisikan dalam ajang lomba KRENOVA tingkat kota Salatiga dan tingkat provinsi Jawa Tengah oleh peneliti dan SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Selain itu juga saya perkenalkan dalam pengabdian masyarakat bekerja sama dengan mahasiswa KKN IAIN Salatiga di Desa Bateh Kec. Candimulyo Kab. Magelang pada tahun 2019 dan 2020. Secara umum orang lebih banyak mengkonsumsi buah nangka daripada biji nangka. Biji nangka mudah didapatkan di desa maupun di kota. Buah naga mudah tumbuh di mana-mana. Tujuan inovasi ini adalah mengolah biji nangka yang dibuang atau tidak terpakai, menyediakan makanan diet alternatif pengganti nasi dan menggiatkan wirausaha.

Buah Nangka dan Buah Naga

Cara Pembuatan NAGATON 

Bahan

  1. Beton nangka ½ Kg
  2. Buah naga ½ irisan
  3. Ragi tempe 1 sendok makan

Alat

  1. Plastik bening ½ Kg-an
  2. Pisau
  3. Mangkuk/piring
  4. Loyang untuk pengeringan
  5. Saringan

Cara kerja

  1. Rebus beton nangka kurang lebih 30 menit
  2. Kupas kulit arinya
  3. Iris beton nangka agak tipis
  4. Lembutkan buah naga ½ irisan kemudian saring bijinya
  5. Campurkan irisan nangka dan air buah naga secara merata
  6. Jemur/oven hasil campuran kurang lebih 1 jam sampai mengering
  7. Tambahkan ½ sendok makan ragi tempe aduk sampai merata
  8. Masukkan ke dalam plastik bening/ daun jati/daun pisang tutup rapat.
  9. Lubangi kecil- kecil plastik bening
  10. Kemudian selimuti dengan kain bersih, tunggu 1 sampai 3 hari.
Biji Nangka dan Irisan Biji Nangka
Buah Naga dilembutkan dan disaring
Campuran irisan biji Nangka dan perasan buah Naga dikeringkan
Irisan biji Nangka dengan air perasan buah Naga kering ditambah ragi secukupnya (pucuk sendok teh) dibungkus plastik

Hasil

Hasil riset NAGATON dapat peneliti deskripsikan bahwa TEMPE NAGA BETON memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1.       Warna putih keunguan dan terlihat menarik

2.       Pewarna alami dari buah naga

3.       Kandungan karbohidat tinggi 38,62% per 100gr

4.       Kandungan vitamin C 0,32% per 100gr

Tempe NAGATON

Hasil uji laboratorium dan perbandingan hasil uji laboratorium seperti Tabel 1 dan 2.

Kesimpulan

Tempe naga beton memiliki tampilan menarik dengan kandungan karbohidrat tinggi sehingga bisa dijadikan alternatif sebagai makanan diet rendah lemak yang dapat bernilai ekonomis karena masyarakat dapat membuat sendiri.

Produk Dampingan:

Produk Inovasi yang berkaitan dengan buah naga: Naga tea (teh buah naga), Puding naga. Produk Inovasi olahan makanan buah durian: Ampyang Pongge (Juara Harapan II dalam Festival Olahan makanan durian Kec. Candimulyo Kab.  Magelang.

Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd.
Alumni S1 Pendidikan Biologi UNNES Angkatan 1993 ini pada tahun 2008 melanjutkan studi di S2 Pendidikan Sains di UNS, dan selanjutnya 2009 di S3 Manajemen Pendidikan UNNES. Aktif di Academic Internasional Dialog (AID) Conference Malaysia sejak 2016, Internasional Conference on Social Sciences and Humanities (ICOSAH) Committee, dan meraih Excellent Internasional Conference Committee Award di Universitas Malaysia. Berpengalaman sebagai Ketua Asosiasi Dosen Tadris IPA (ADRISPA) Indonesia, Ketua Jurusan Tadris IPA IAIN Salatiga, dan saat ini menjadi Guru Besar Bidang Manajemen Pendidikan IPA IAIN Salatiga.

Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *