Sebagai mitra dari Jurusan IPA Terpadu FMIPA UNNES, Guru IPA SMP Kota Semarang belum familiar untuk memanfaatkan science augmented reality model problem-based learning. Ketua MGMP IPA SMP Kota Semarang menyampaikan bahwa para guru saat ini masih memiliki keterbatasan dan akses aplikasi dalam memanfaatkan science Augmented Reality model Problem-Based Learning dalam pembelajaran IPA secara daring. Alhamdulillah, Sabtu (17/7/2021) telah terlaksana webinar dalam bentuk pelatihan Augmented Reality model Problem Based Learning pada MGMP Guru IPA Kota Semarang telah dibuka oleh Dekan FMIPA UNNES. Peserta terdiri atas guru IPA Kota Semarang, semua berjumlah 76 orang. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Tepat pukul 08.30 WIB webinar pelatihan dimulai, diisi sambutan oleh Ketua Tim pengabdi (Arif Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd., Ph.D.), Ketua MGMP IPA Kota Semarang (Sukimin, S.Pd., M.Pd.) dan Dekan FMIPA UNNES sekaligus membuka acara (Dr. Sugianto, M.Si.). Acara ini juga diikuti oleh narasumber dan tim pengabdi lainnya, diantaranya adalah Muhamad Taufiq, S.Pd., M. Pd. (materi Augmented Reality), Arif Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd., Ph.D. (materi pemanfaatan AR model PBL dalam pembelajaran IPA), Indah Urwatin Wusqo, S.Pd., M.Pd. (materi Problem Based Learning), serta pelatihan mengunduh marker, AR dan cara menggunakannya dalam pembelajaran IPA yang dibantu mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA Melissa Salma Darmawan, Agung Laksono, dan Aulia Miftakhul jannah.

Narasumber berusaha memberikan penjelasan dengan baik dan memberikan contoh-contoh konkrit permasalahan di kelas berkaitan AR model PBL. Sebagai penguatan, Tim Pengabdi mengunduh beberapa dokumen resmi yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan membagikan pedoman AR model PBL yang berisi materi-materi berkaitan topik dilengkapi dengan tutorial, gambar dan juga Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kepada peserta webinar.

Tanya jawab adalah puncak acara webinar  yang cukup seru. Pertanyaan peserta sangat beragam. Banyak guru merasa belum mampu memberikan bekal yang cukup kepada siswa karena pembelajaran daring memiliki banyak kelemahan. Ada juga peserta yang menyoal RAM HP yang perlu cukup banyak ruang untuk mengunduh aplikasi dan marker untuk menggunakan Augmented Reality. Selain itu, salah satu peserta Pak Imam Budi Haryanto dari SMP 36 Semarang, bercerita pengalamannya dalam membuat marker materi tata surya pada Augmented Reality dan sudah diujikan pada siswa saat pembelajaran di kelas.            

Kegiatan ini sudah dirancang jauh hari. Seminggu sebelum pembukaan webinar pelatihan, Tim Pengabdi sudah melakukan koordinasi awal dengan Ketua MGMP IPA Kota Semarang, narasumber, mahasiswa, dan beberapa guru lainnya. Selain dosen, ada tiga mahasiswa yang turut berkoordinasi. Alhamdulillah, ternyata tiga mahasiswa yang ikut terlibat dalam kegiatan pengabdian ini luar biasa kinerjanya. Banyak membantu Ibu/Bapak Guru, terutama berkaitan dengan kendala berkaitan dengan bagaimana cara memanfaatkan Augmented Reality materi tata surya untuk pembelajaran IPA saat memandu acara pelatihan.

Materi kegiatan pengabdian ini dapat diunduh melalui tautan berikut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *