Genuine Fermentation Club (GFC) Biologi UNNES bekerjasama dengan Rumah Inovasi Tempe Sekar Sari (RIT SS) dan Forum Tempe Indonesia (FTI) menyelenggarakan Zoominar pada Minggu, 21 November 2021 dengan Tema : “Upgrading tempe higienis sebagai alternatif peningkatan potensi tempe dalam bidang riset, pangan, dan kesehatan”.
Zoominar ini diikuti oleh 126 peserta dari komunitas GFC, mahasiswa Jurusan Biologi, Bapak/Ibu Dosen Jurusan Biologi dan peserta secara umum. Adapun GFC adalah Organisasi Underbow HIMA Biologi FMIPA yang berkegiatan pada bidang kewirausahaan dibidang fermentasi pangan.

Tujuan diselenggarakannya Zoominar adalah untuk mensosialisasikan, mengedukasi dan menumbuhkan serta memunculkan ide kreatif dan inovatif terhadap produk tempe higienis pada UKM. Kajian bioteknologi pangan tempe higienis dalam menjalankan aktivitasnya memerlukan substrat atau media pertumbuhan dari bahan alam, proses fermentasi dan dihasilkan produk yang sehat dan bernilai komersiil, sekaligus dapat memberikan peluang
kewirausahaan bagi masyarakat. Diharapkan setelah mengikuti Zoominar ini terbuka kesempatan untuk mengembangkan tempe higienis dan mensosialisasikan pada masyarakat khususnya pelaku UKM dalam meningkatkan mutu tempe yang di produksi. Hal ini sesuai dengan semangat Forum Tempe Indonesia (FTI) untuk mewujudkan cara higienis yang baik dan keamanan pangan untuk tempe.

Acara Zoominar dibuka oleh Ketua Panitia Lu’luatul Jannah dan dilanjutkan oleh Ketua GFC tahun 2021 yaitu Naina Rizki Kenarni, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ibu Prof. Dr. Siti Harnina Bintari, M.S. selaku pendamping GFC dan secara resmi dibuka oleh pendamping Himabio yaitu Ibu Talitha Widiatningrum, M. Si., Ph. D. Pada zoominar bertopik produk fermentasi tempe higienis ini dipaparkan oleh dua narasumber, yang pertama adalah Bapak Muhammad Ridha S.TP. MM. mengisi materi tentang “Peningkatan Kualitas Tempe melalui Perbaikan Proses serta Peluang Pengembangan Produk Turunannya”. Narasumber kedua Ibu Prof. Dr. Siti Harnina Bintari, M.S. memberikan materi “Kontribusi RIT SS pada Penguatan Riset, Pangan dan Kesehatan Menuju Tempe Kekinian”.

Paparan Materi Bapak Muhammad Ridha S.TP. MM. :
Tempe merupakan salah satu produk pangan fermentasi yang banyak digemari masyarakat sehingga membuka banyak peluang khususnya di bidang produksi tempe. Namun sayangnya proses produksi tempe di Indonesia oleh UKM sebagian masih bersifat konvensional dan masih belum mampu memenuhi aspek-aspek higienitas dan keamanan pangan. Dimana higienitas menjadi salah satu faktor penting dalam bidang pangan yang harapannya ketika mengkonsumsi pangan higienis maka dpt mendapatkan manfaat yang lebih maksimal, seperti peningkatan protein, serat dan asam lemak esensial pada produk tempe. Masalah lain dalam produksi tempe adalah pengadaan bahan baku, yang mana kedelai lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan produksi tempe di Indonesia, sehingga dilakukan impor kedelai dari luar negri untuk pemenuhan bahan baku produksi. Dari pengadaan bahan baku yang memerlukan impor dari luar ini sudah seharusnya diolah menjadi lebih baik dengan daya saing tinggi untuk meningkatkan potensi dan turut serta menunjang peningkatan ekonomi. Dari kegiatan Seminar Tempe Higienis diharapkan peserta dapat ikut serta menginisiasi peningkatan potensi tempe dengan memunculkan ide-ide inovasi baru pada produk tempe.

Paparan Materi Ibu Prof. Dr. Siti Harnina Bintari, M.S. :
Rumah Inovasi Tempe Sekar Sari (RIT SS) merupakan salah satu rumah inovasi tempe yang bergerak pada Penguatan Riset, Pangan dan Kesehatan Menuju Tempe Kekinian. Tempe kekinian adalah tempe yang proses pengolahannya memperhatikan aspek higienitas dan sumber bahan yang digunakan berkualitas. Dalam segi manfaat, tempe kekinian juga dapat memberikan manfaat yang luar biasa khususnya bagi masyarakat. Karena tempe kekinian memiliki kreasi dan inovasi unik yang mampu meningkatkan minat dan memunculkan ketertarikan tersendiri bagi siapa saja yang mengkonsumsinya. Selain itu, tempe kekinian juga harus memiliki ijin edar agar bisa untuk dieksport ke dalam negeri maupun ke luar negeri. Inovasi tempe kekinian diantaranya yaitu tempe tumpuk, coklat tempe, tempe kelor, tempe yang terbuat dari kacang kedelai yang dikombinasikan dengan kayu manis, bawang putih, cinnamon, dan kunyit.

Genuine Fermentation Club (GFC) menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menggali dan memperdalam ilmu dibidang fermentasi terutama dalam produk olahan tempe sebagai produk fermentasi asli Indonesia. Dalam menghadapi tantangan untuk menerapkan dan mengaplikasikan ilmu dalam produksi tempe higienis di UKM masyarakat, GFC memiliki harapan besar untuk mendapat dukungan dari Forum Tempe Indonesia (FTI) Pusat dalam menjalankan kegiatan-kegiatannya.

Berikut ini adalah materi dari kegiatan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *