Detalia Noriza Munahefi, S.Pd., M.Pd.

Detalia Noriza Munahefi, S.Pd., M.Pd. adalah dosen muda di Jurusan Matematika FMIPA UNNES dengan mata kuliah pokok Program Linear, Etnomatematika, dan Geometri untuk Pendidikan Matematika. Saat ini beliau juga aktif di bidang kemahasiswaan sebagai Pendamping Bidang Karya Ilmiah Mahasiswa Jurusan Matematika. Alamat surat elektronik: detalia[a]mail.unnes.ac.id.

Pendidikan merupakan bidang penting dalam menentukan kualitas suatu bangsa. Berpikir kreatif merupakan salah satu kemampuan berpikir tingkat tinggi yang harus menjadi bagian dari kurikulum sekolah. Kemampuan berpikir kreatif tidak hanya ditemukan dalam bidang tertentu seperti seni dan sains, melainkan juga terdapat dalam matematika. Matematika sebagai salah satu bidang studi yang diajarkan di sekolah diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, serta kreatif. Shriki (2010) menyatakan bahwa kemampuan berpikir kreatif matematis di tingkat sekolah tidak mengharapkan karya kreatif yang luar biasa, namun dapat menawarkan wawasan baru ke dalam masalah matematika yang layak bagi siswa.

Strategi pembelajaran berbasis kreativitas dalam pendidikan matematika telah ditetapkan secara luas. Bahkan National Council of Teacher of Mathematic (NCTM) dan National Science Foundation bekerjasama menghasilkan kurikuler untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Berdasarkan perkembangannya, permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran matematika semakin lama semakin rumit dan mengarahkan pada tujuan pendidikan di era kemajuan teknologi yang menuntut siswa menjadi kreatif. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran sangat diperlukan kemampuan pemahaman matematis dan cara berpikir yang kreatif agar mampu menyelesaikan persoalan-persoalan matematika. pada pengajaran di sekolah, jarang sekali ada kegiatan yang menuntut pemikiran divergen atau berpikir kreatif sehingga siswa tidak terangsang untuk berpikir, bersikap, dan berperilaku kreatif. Oleh sebab itu dalam proses pembelajaran diperlukan cara yang mendorong siswa untuk memahami masalah, meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dalam menyusun rencana penyelesaian dan melibatkan siswa secara aktif dalam menemukan sendiri penyelesaian masalah, serta mendorong pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator.

Pembelajaran berbasis proyek (PjBL) sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat menumbuhkan kreativitas (Culclasure et al., 2019). Proyek sebagai media dalam proses pembelajaran berbasis proyek untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. PjBL sebagai pembelajaran yang menenkankan pada aktivitas-aktivitas siswa untuk menghasilkan produk. Siswa melalui model ini akan berlatih merencanakan penyusunan proyek, melaksanakan kegiatan sesuai rencana, menampilkan dan melaporkan produk dari pelaksanaan proyek. Produk nyata yang dihasilkan melalui PjBL dipresentasikan oleh siswa sehingga PjBL mendorong keaktifan kemandirian, tanggung jawab, dan rasa percaya diri siswa. Selain itu proses penyusunan produk pada PjBL juga dapat memberikan pengalaman langsung serta menuntut pembelajaran yang tidak terbatas hanya sebagai pengetahuan belaka.

Proyek merupakan tugas yang tergolong kompleks dan menantang dengan melibatkan siswa pada kegiatan mendesain, memecahkan masalah, mengambil keputusan, maupun investigasi dalam periode waktu tertentu untuk menghasilkan produk. Produk hasil proyek dapat berupa barang atau jasa dalam bentuk desain, skema, karya tulis, karya seni, karya teknologi/prakarya, dan lain-lain. Produk yang dihasilkan pada pembelajaran berbasis masalah menjadi lebih bermakna jika berkaitan dengan sesuatu yang sudah sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Budaya sebagai salah satu kebiasaan yang tumbuh dan dikenal secara luas di dalam suatu masyarakat tertentu. PjBL dengan menghasilkan produk yang bernuansa budaya tentunya akan lebih memotivisi dan menarik bagi siswa. Etnomatematika sebagai suatu pendekatan yang mengimplemntasikan budaya pada pembelajaran matematika. Siswa melalui pembelajaran ini menjadi dapat memahami matematika dan tidak beranggapan bahwa matematika itu sulit karena mempelajari yang dianggap abstrak. Batik dapat dijadikan salah satu alternatif penerapan PjBL bernuansa etnomatematika pada materi bangun datar. Siswa dapat mengimplemtasikan PjBL bernuansa etnomatematika melalui penyusunan proyek desain motif batik dengan mengunakan berbagai bentuk bangun datar. Selain itu, siswa dalam menyusun proyek desain motif batik diarahkan agar dapat memanfaatkan teknologi dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti canva, geogebra, atau aplikasi lainnya. Pengunaan aplikasi dalam penyusunan proyek tersebut diharapkan selain meningkatkan pemahaman siswa terhadap penerapan teknologi juga dapat mengeksplor kemampuan siswa agar dapat menghasilkan karya yang kreatif dan inovatif.

Siswa melalui penerapan PjBL bernuansa etnomatematika pada desain motif batik diharapkan dapat mencapai seluruh aspek-aspek kemampuan berpikir kreatif matematis. Aspek-aspek kemampuan berpikir kreatif matematis terdiri atas kelancaran, fleksibilitas, orginalitas, dan elaborasi. Kelancaran yakni siswa dapat menyebutkan beberapa solusi dari suatu masalah dimana pada pembelajara ini siswa dapat mengkombinasikan beragam bentuk dan ukuran bangun datar pada penyusunan proyek desain motif batik. Fleksibilitas yakni siswa dapat menyelesaikan masalah dengan beberapa strategi atau pendekatan yang tepat dimana pada pembelajaran ini dapat dilihat dari siswa dapat membuat desain motif batik dengan berbagai aplikasi. Orisinalitas yakni siswa dapat memberikan solusi yang unik dimana pada pembelajaran ini dapat dilihat dari keunikan desain motif batik yang siswa buat sangat berbeda dengan siswa yang lain namun tanpa meninggalkan unsur matematis pada desain tersebut. Elaborasi yakni siswa dapat menyelesaikan masalah secara terperinci, runtut, dan koheren dimana pada pembelajaran ini terlihat dari kecapakan siswa dalam menjelaskan secara detail unsur-unsur dan sifat-sifat bangun datar yang terdapat pada desain motif batik yang dibuat.

Daftar Pustaka

Culclasure, B. T., Longest, K. C., & Terry, T. M. (2019). Project-based learning (Pjbl) in three southeastern public schools: Academic, behavioral, and social-emotional outcomes. Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning13(2), 5.

Munahefi, D. N., Zahid, M. Z., Syaharani, E. A., & Fariz, R. (2021, June). Analysis of mathematical creative thinking test instruments on open-ended problems with ethnomatematic nuances. In Journal of Physics: Conference Series (Vol. 1918, No. 4, p. 042060). IOP Publishing.

Shriki, A. (2010). Working like real mathematicians: Developing prospective teachers’ awareness of mathematical creativity through generating new concepts. Educational Studies in Mathematics73(2), 159-179.