Cakupan pusat kajian sain medik meliputi dua bidang yaitu (1) pengembangan teknologi produk biofarmasetika; dan (2) pengembangan teknologi alat kesehatan. Pengembangan teknologi produk biofarmasetika meliputi kajian tentang: (i) sintesis obat berbasis metabolit dalam tubuh atau pengembangan modifikasi struktur obat yang sudah ada, (ii) desain obat berbasis komputer untuk meningkatkan aktivitas obat, (iii) teknologi formulasi sediaan farmasi berupa transdermal, needle-free injection, cellular implants, inhalants; (iv) peningkatan bioavailabilitas dan bioekivalensi produk obat melalui perbaikan formula dan (5) pengujian pra klinik dan klinik kandidat bahan baku bahan alam berupa jamu, obat herbal terstandar dan fitofarmaka.

Sedangkan pengembangan teknologi alat kesehatan adalah penerapan pengetahuan dan keterampilan terorganisir dalam bentuk perangkat, obat-obatan, vaksin, prosedur dan sistem yang dikembangkan untuk memecahkan masalah kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup. Teknologi medis, atau medtech, mencakup berbagai macam produk kesehatan dan digunakan untuk mengobati penyakit atau kondisi medis yang mempengaruhi manusia. Teknologi medis antara lain: (i) teknologi pemantauan kesehatan, (ii) kesehatan mobile, (iii) catatan kesehatan elektronik, (iv) kesehatan penduduk, dan (v) telehealth.

Ketua : Prof. Dr. Susilo, M. S.    (email: susilosumarto@mail.unnes.ac.id)

Wakil  : Willy Tirza Eden, Apt., M.Sc.

Roadmap Penelitian:

          

Kegiatan:

Tahun 2020

  1. Riset terapan: “X-ray Micro-Computed Tomography untuk Inspeksi Sampel Biologis” (Mosik, Nugrahaning, Susilo, dan Prasetyo Listiaji)
  2. Riset terapan: “Aplikasi Radiografi Sinar-X Portable untuk General Purpose” (Susilo, Masturi, dan Ian Yulianti).
  3. Seminar ICMSE: “Re-use of  Waste Components of Accumulators (Accu) as X-ray Radiation Protection” (Susilo, Nugrahaningsih WH, Prasetyo Listiaji, Latifatun Ni’mah, Rudi Setiawan, Mosik)